Pembelajaran Merarik di Workshop Berbasis IT Guru SMA Taruna Bakti

Pembelajaran Merarik di Workshop Berbasis IT Guru SMA Taruna Bakti

Sebanyak kurang lebih 80 guru SMA Taruna Bakti menngikuti kegiatan Workshop berbasis IT yang diselenggarakan pada hari Jumat dan Sabtu, 9-10 Februari 2018 di Kampus Taruna Bakti 52. Workshop yang diselenggarakan oleh Bidang Sarana dan Prasarana (Sarpras) ini berupaya untuk memberikan skill IT terhadap guru SMA Taruna Bakti.

Di hari pertama (9/2), kegiatan ini dibuka dengan pemaparan materi Urgensi Pembelajaran Berbasis IT oleh Drs. Wuryanta, M.Kom. Pada kesempatan ini Beliau menyampaikan bahwa konsep pendidikan di abad ke-21 sudah harus menggunakan ilmu IT kedalam proses pembelajaran. Selain itu juga, Pak Wur (Sapaan akrabnya, red) yang juga merupakan pengawas SMA Taruna Bakti, menyampaikan bahwa kedepannya SMA Taruna Bakti harus bisa menjadi sekolah yang serba digital.

Kegiatan dilanjutkan keesokan harinya (10/2) yang diisi oleh 2 materi, yaitu Ofiice dan Blog Pembelajaran. Guru dibagi menjadi 2 kelompok. Masing-masing kelompok akan mendapatkan setiap materi per sesi-nya di tiap ruangan yakni ruang 1 (Lab TIK) dan ruang 2 (ruang kelas X-1).

Pada sesi pertama, kelompok 1 mendapatkan materi tentang pembuatan Blog di lab TIK dengan pemateri Pak Amril dan Pak Doni. Sedangkan kelompok 2 mendapatkan materi tentang Office dengan pemateri Pak Iman Basuni. Di sesi kedua, masing-masing kelompok berpindah tempat ke materi yang belum didapatkan.

Kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh setiap guru, mengingat materi yang diberikan adalah kebutuhan dasar yang harus dimiliki oleh setiap guru. (DN/red).

Keseruan Bali Tour 2018 : #YaBaliGaKuy

Keseruan Bali Tour 2018 : #YaBaliGaKuy

Tepat pada hari sabtu, 20 Januari 2018 pukul 16.00 rombongan Bali Tour 2018 yang terdiri dari 219 siswa/i kelas XI dan 13 guru pembimbing berangkat dari Kampus Taruna Bakti 52. Sebelum berangkat rombongan terlebih dahulu dilepas oleh Kepala SMA Taruna Bakti, Bapak Asep Gunawan, S.Pd.,M.Si. Dalam sambutannya, Pak Asgun (sapaan akrabnya,red) menyampaikan agar selalu menjaga nama baik SMA Taruna Bakti dimana pun.

Kegiatan yang diketuai oleh Ibu Iin Ariantini, S.Si (Wakasek Kesiswaa) ini akan menempuh perjalanan sekita 1000 Km atau sekitar 36 jam menggunakan 5 bus yang semuanya telah disiapkan oleh DC Travel Consultant selaku EO yang mengatur segala sesuatunya.

Setelah menempuh perjalanan yang berliku, akhirnya rombongan sampai di Bali pada hari senin pagi, 22 Januari 2018, pukul 06.00 WITA. Semua rombongan langsung bertolak ke Tanah Lot yang menjadi destinasi pertama. Setelah menghabiskan waktu di Tanah Lot, destinasi selanjutnya adalah mengunjungi Pantai Kuta dan sekitarnya. Disana para siswa/i menghabiskan waktu bersama teman-temannya sebelum akhirnya check in di Hotel Quest San Denpasar.

Dihari kedua (23/1), rombongan melanjutkan kunjungannya ke Bali Zoo sampai pukul 12.00 waktu setempat dilanjutkan dengan menyaksikan pagelaran Tari Barong di Bali Kul-kul. Setelah menyaksikan pertunjukan Tari Barong dan Makan siang di sana, rombongan kemudian melanjutkan lawatan ke Monumen Perjuangan Rakyat Bali (Bajra Sandhy). Disini para siswa/i disuguhkan dengan monemun sejarah yang mengisahkan perjalanan masyarakat Bali dari jaman pra sejarah sampai sekarang.

Kemuadian di hari selanjutnya, (24/1), Rombongan menghabiskan waktu dengan mengunjung wahana air seperti Tanjong Benoa, Pantai Pandawa dan makan malam di Jimbaran sambil menyaksikan sunset. Tak lupa, rombongan menyempotkan diri mengunjungi Khisna dan Dewata untuk membeli oleh-oleh untuk keluarga tercinta.

Dihari terakhir, (25/1), sebelum bertolak kembali ke Bandung, rombongan tak lupa mengunjungi Danau Baratan Bedugul. Walau diiringi rintik hujan, para anggota rombongan sangat menikmati suasana di Danau yang diabadikan dalam uang 50 Rb tersebut.

Dengan perlindungan Allah SWT, akhirnya seluruh rombongan sampai kembali di Bandung pada hari sabtu (27/1) pukul 06.00 dengan selamat sentosa. (DN/red).

Dokumentasi :

Rangkaian Kegiatan “Alumni Goes to Tarbak” 2018

Rangkaian Kegiatan “Alumni Goes to Tarbak” 2018

Sebanyak 118 alumni SMA Taruna Bakti yang melanjutkan di PTN terbaik di Indonesia (UGM,ITB,UI,ITS,UNIBRAW,IPB, UNPAD,UNDIP dan UPI) mengadakan kegiatan “Alumni Goes to Tarbak” 2018 pada hari Kamis (11/1). Dalam kegiatan ini, para alumni melakukan presentasi di tiap kelas XII, yang memiliki tujuan untuk memberikan informasi kepada seluruh siswa/i kelas XII yang akan melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Tidak hanya itu, kegiatan ini juga memiliki tujuan untuk memotivasi siswa/i kelas XII agar terpacu dalam mengejar cita-cita berkuliah di kampus PTN favorit pilihan mereka.

Kegiatan yang diprakarsai oleh alumni dan BK ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang melibatkan banyak alumni dan siswa/i kelas XII. Alumni diberikan waktu panjang (dari jam pelajaran ke-3 s.d jam pelajaran ke-9) untuk memaparkan pengalaman mereka berkuliah dan mempresentasikan informasi PTN terkait di depan adik-adik kelasnya, sehingga para siswa/i kelas XII memiliki sumber info yang cukup tentang Kampus impiannya.

Dalam hal ini Kepala Sekolah, Bapak Asep Gunawan, S.Pd.,M.Si menyambut baik kegiatan ini. ” Program Alumni Goes to TB ini adalah program rutin tahunan dengan ingin memotivasi adik-adiknya dalam menyongsong bangku perkuliahan. Alumni yang hadir ini adalah yang diterima di PTN terbaik di Indonesia, sehingga adik-adiknya bisa melihat bahwa mereka bisa seperti para alumni yang sukses masuk PTN terbaik” Ujar Kepsek disela-sela kesibukannya.

Kepala sekolah juga berharap kegiatan ini terus berlangsung demi terus meningkatkan siswa/i TB yang masuk ke PTN. Beliau juga menyampaikan selamat berjuang kepada para alumni di kampus masing masing dan kepada siswa/i kelas XII buktikan bahwa kalian pasti bisa seperti para alumni. (Doni/Red)

Kebersamaan di In House Training (IHT) Guru SMA Taruna Bakti

Kebersamaan di In House Training (IHT) Guru SMA Taruna Bakti

Kegiatan awal di tahun 2018 bertepatan dengan dimulainya awal semester 2 tahun pelajaran 2017/2018, SMA Taruna Bakti melaksanakan kegiatan In House Training (IHT) ke-2. Kegiatan yang diikuti hampir oleh seluruh Guru dan Karyawan SMA Taruna Bakti ini diselenggarakan pada tanggal 5 – 7 Januari 2018 di Hotel Yasmin, Cipanas – Jawa Barat dengan mengambil tema “Togetherness is power but intimacy is more“, yang menekankan tidak hanya pada kebersamaan tapi juga keakraban.

Pemberangkatan rombongan dilaksanakan pada hari jumat (5/1) pukul 13.30 dengan menggunakan 2 Bus. Acara pertama diisi dengan pemaparan evaluasi semester 1 oleh Kepala Sekolah, Asep Gunawan, S.Pd.,M.Si. Dalam kesempatan ini Pak Asgun (sapaan akrabnya) menyampaikan beberapa point penting terkait kinerja guru di semester 1. Beliau juga menyampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya atas dedikasi bapak/ibu guru selama menyelenggarakan pembelajaran di semester 1.

Setelah itu kegiatan diisi oleh pematerian tentang kinerja guru oleh Ibu Dra. Sofiati K Ariwahjoedi. Pada kesempatan ini Bu Sofie (Sapaan akrabnya) menyampaikan 26 Cara Menjadi Guru Profesional dan mengupasnya satu per satu.

Pada hari selanjutnya (6/1), kegiatan diisi oleh kegiatan Out Bond yang diikuti oleh hampir semua Guru dan Karyawan. Out bond ini berlangsung meriah dan banyak menimbulkan gelak tawa. Kegiatan yang diselenggarakan dari mulai pukul 08.00 ini berakhir pada pukul 14.30 dan selanjutnya diisi dengan Motivasi oleh Pak Deddy R. Mihardja, M.Lc . Dalam pemaparannya beliau menyampaikan pentingnya manajemen dalam organisasi.

Setelah selesai pematerian, kegiatan IHT ini diisi oleh kegiatan foto bersama untuk Argabestari #41. Kegiatan ini dipusatkan di depan gedung kubah Hotel Yasmin. Setelah itu kegiatan dilanjutkan dengan kegiatan kebersamaan sampai pukul 22.00 dengan berbagai acara seperti lomba joget, pembagian door prize sampai stand up comedy oleh guru-guru yang memiliki kelucuan luar biasa. (Doni)

Dokumentasi Kegiatan 

Beppu Dalam Ingatan

Beppu Dalam Ingatan

Oleh : Rifa Fauziah, S.Pd (Guru Bahasa Jepang SMA Taruna Bakti)

Pulau Kyūshū secara harfiah berarti “sembilan provinsi”. Kyūshū adalah pulau terbesar ketiga di negara Jepang yang letaknya paling selatan dan barat dari keempat pulau utama negara Jepang. Luasnya 35.640 km². Di Pulau Kyushu banyak sekali gunung. Gunung berapi aktif terbesar di Jepang berada di kepulauan Kyushu, salah satunya Gunung Unzen. Di Beppu Oita yang setiap bulan April selalu diadakan “Ogiyama Himatsuri” (Festival Api Gunung Ogi), yaitu menampilkan Gunung api Ogi yang indah di langit pada malam hari dengan cara membakar gunung. Ada banyak tanda aktivitas tektonik lainnya, termasuk banyak daerah pemandian air panas. Pemandian yang terkenal dari semuanya ada di Beppu, di timur laut, dan Aso yang letaknya di Kyushu tengah. Daerah Kyushu mempunyai tujuh perfektur di pulau Kyushu, yaitu Fukuoka, Kagoshima, Kumamoto, Miyazaki, Nagasaki, Oita, dan Saga. Kota utama di pulau ini adalah Fukuoka, sebuah pelabuhan dan pusat utama industri berat. Pelabuhan utama terletak di Nagasaki. Kyushu mempunyai banyak kota besar. Yang terbesar adalah Fukuoka, kota terbesar kedelapan di Jepang. Berikutnya adalah Kitakyushu, kota terpadat kesembilan di negara Jepang. Selain itu, ada Nagasaki, tempat jatuhnya bom atom yang mengakhiri Perang Dunia II pada tahun 1945. Saat itu kami mengunjungi kota Beppu di Oita kepulauan Kyushu. Kota Beppu, terletak di bagian Timur prefektur Oita.

Pagi itu, kami bersiap untuk pergi menuju sebuah tempat di atas bukit di kota Beppu, Kepulauan Kyushu. Cuaca pagi itu kira-kira 5 derajat celcius. Jelas sangat jauh berbeda dengan cuaca di kota kelahiranku, Bandung. Tujuan kami selanjutnya adalah Universitas Asia Pasifik di Beppu, Oita. Universitas Asia Pasifik dikenal dengan sebutan APU. Di sana kami mendapat materi baru, masih berhubungan dengan pembelajaran Bahasa jepang. Cuaca dingin pagi itu membuat kami agak sedikit mengantuk dan lapar. Setelah kurang lebih 2 jam kami menerima materi tentang Bahasa Jepang, tiba saatnya untuk kami makan siang. Tepat pukul 12.30 waktu jepang, kami menuju kantin di kampus APU. Rasa was-was menghampiri, khawatir tidak menemukan makanan halal saat itu. Tapi saya teringat kalau APU adalah kampus yang tidak dikhususkan hanya untuk orang jepang saja. Benar saja, ketika menuju kantin banyak ditemukan makanan dari berbagai negara dan tertulis jelas kata halal di sana. Aa,ii desu. (Ungkapan lega dalam Bahasa jepang). Rasanya lega ketika menemukan makanan halal yang tertuliskan muslim friendly menu.

Seperti kita ketahui bahwa Negara Jepang bukanlah negara muslim sehingga agak sulit bagi kami untuk dapat menemukan makanan berlabel halal.

Ritsumeikan Asia Pacific University atau disingkat APU, merupakan universitas swasta yang terletak di Beppu, Prefektur Oita, Jepang. APU merupakan kampus cabang yang bertaraf internasional dari Universitas Ritsumeikan yang berada di Kyoto. Di kampus APU, saya bertemu dengan beberapa orang teman mahasiswa. Salah satunya Shibasaki Mizuho, penduduk asli jepang yang baru saja melanjutkan studinya di kampus APU. Kami pun saling berbincang beberapa hal. Dengan ramahnya dia menjawab semua pertanyaan kami kala itu. Salah satunya bagaimana cara mereka bisa melanjutkan studinya di kampus APU. Dia bilang, pada saat melamar beasiswa di APU, tiga hal utama yang dilihat APU sebagai pemberi beasiswa adalah nilai akademik, tulisan atau essay, dan interview. Saya menuliskan tentang kampus APU sama sekali bukan karena endorse, namun karena terpesona melihat letak kampusnya yang berada di kaki bukit sehingga pemandangan indah terlihat jelas dari kampus APU. Luar biasa, takjubnya melihat pemandangan indah dari kampus APU.

Di kampus APU, kita tidak perlu khawatir tidak bisa berbahasa Jepang, karena perkuliahan di APU menggunakan Bahasa Inggris sebagai pengantarnya. Yang justru perlu diperhatikan adalah proses seleksi beasiswa APU karena sangat ditentukan berdasarkan kualitas dokumen si pelamar. Kebanyakan mahasiswa APU tinggal di asrama dekat kampus. Mereka biasanya berjalan kaki saat akan pergi menuju kampus. Kebanyakan dari mereka tinggal di Downtown Apartement. Ada juga yang naik bis dan sepeda saat akan pergi menuju kampus APU.

 

Untuk beberapa orang yang pernah ke Jepang atau pernah menjelajah negara jepang pasti sudah tidak asing ketika mendengar kota Beppu, Oita. Ketika masuk kota ini, dari kejauhan sudah terlihat banyak asap mengepul tinggi. Itu berarti di tempat tersebut ada onsen (pemandian air panas). Kota ini sangat terkenal dengan pemandian air panas atau dalam bahasa jepangnya disebut onsen. Di sana terdapat banyak sekali onsen. Sama seperti Ciater Subang, tempatnya ramai pengunjung. Terlebih lagi jika berkunjung di akhir pekan.

Saat  itu, saya sempat merasakan air panas onsen meskipun hanya merendam bagian kakinya saja, atau dalam Bahasa Jepang disebut ashiyu ( foot baths onsen).

Ashiyu atau dalam bahasa Jepang ditulis “足湯” dan memiliki arti “ashi” atau “kaki” dan “yu” atau “air panas”. Kamu bisa merendam kaki di foot baths yang mudah ditemukan di ruang publik. Seperti di area stasiun, taman, rest area dan di sekitar onsen. Tak perlu merogoh dompet dalam-dalam, foot baths ini banyak yang gratis. Dan telah menjadi fasilitas umum yang bisa diakses oleh siapa saja. Kalaupun ada yang memasang tarif, hanya perlu membayar sekitar 200 Yen atau setara dengan Rp. 24.000,00. Jika tertarik untuk menikmati Ashiyu ini caranya mudah. Hanya perlu melepas kaos kaki dan alas kaki tanpa perlu membasuhnya. Lalu, lipat celana hingga ke lutut dan barulah merendam kaki. Jangan lupa bawa handuk untuk mengeringkan kaki. Jika tidak, bisa beli handuk di sekitar ashiyu yang biasanya juga punya desain unik. Karena lokasinya berada di tempat umum, ashiyu sering jadi rujukan untuk para traveler yang kelelahan. Ashiyu bisa mengobati rasa lelah setelah seharian jalan kaki mengunjungi tempat-tempat wisata di Jepang.

Untuk bisa masuk ke Onsen (pemandian air panas) ini, kita membutuhkan biaya sekitar 100 yen atau setara dengan Rp 12.000,00. Ada juga yang biayanya 1000 yen atau setara dengan Rp120.000,00. Jika memang tertarik untuk bisa masuk ke dalam onsen. Berarti kita harus menyingkirkan rasa malu. Sebab aturan untuk bisa masuk ke dalam onsen, yaitu sama sekali tidak diperkenankan untuk memakai sehelai kain pun. Bagi saya sangatlah tabu untuk bisa melakukan hal tersebut. Tapi jika sudah membaca sedikit pengalaman saya ini. Saya menyarankan cobalah hal-hal baru dalam hidupmu. Dan singkirkanlah rasa malu yang ada pada dirimu. Ungkapan tersebut tidak berguna bagi saya yang sangat menjunjung tinggi adat ketimuran.