Select Page

Oleh : N. Rohmah Maidasari

SMA Taruna Bakti mengadakan peringatan Bulan Bahasa. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 25 Oktober dan 2 November 2018. Meski Bulan Bahasa identik dengan peringatan lahirnya Bahasa Indonesia, peringatan Bulan Bahasa kali ini mengadakan kegiatan yang berkaitan juga dengan dengan mata pelajaran Bahasa Inggris, Bahasa Jepang dan Basa Sunda. Hal ini bertujuan untuk mengasah kecintaan dan kemampuan siswa-siswi SMA Taruna Bakti dalam berbahasa.

Rangkaian pertama peringatan Bulan Bahasa diadakan tanggal 25 Oktober 2018. Kegiatan pertama yang diadakan yakni Lomba Musikalisasi Puisi Bahasa Indonesia. Acara ini dibuka langsung oleh Kepala SMA Taruna Bakti, Pak Asep Gunawan, S.Pd., M.Si. Acara ini menandakan dibukanya kegiatan Bulan Bahasa. Lomba Musikalisasi tersebut diikuti oleh  grup perwakilan setiap kelas yang terdiri atas 4-10 orang anggota.  Final lomba tersebut dilaksanakan pada rangkaian kedua.

Rangkaian kedua peringatan Bulan Bahasa diadakan Jumat, 2 November 2018. yang dilaksanakan yakni workshop kepenulisan, lomba tulis cerpen, lomba pembuatan mading, lomba story telling, lomba sisindiran dan Chanoyu (Upacara Minum Tehala Jepang). Kegiatan workshop sangat berkesan karena dipanduoleh Sylvie Tanaga, alumni SMA Taruna Bakti yang telah menjadi penulis terkenal. Kegiatan lainnya yang tak kalah menarik adalah Chanoyu. Upacara minum teh ala Jepang ini dipandu oleh Sensei Yukari dan Sensei Martiana.

Babak final menjadi penutup acara Bulan Bahasa 2018. Seluruh siswa antusias, bergembira melihat penampilan para finalis berbagai lomba, apalagi para finalis sisindiran. Lomba sisindiran yaitu lomba berbalas pantun dalam Basa Sunda. Siswa-siswi SMA Taruna Bakti yang berasal dari berbagai daerah biasanya kesulitan dalam mempelajari Basa Sunda. Namun, melalui lomba ini mereka tampak asyik dan larut dalam kegembiraan ketika berlangsungnya lomba ini. Penonton pun tak kalah antusias apalagi ketika penampil melempar sisindiran dengan semangat penonton menimpalinya dengan kata “Cakep” yang merupakan kata khas yang biasa dilontarkan ketika seseorang berpantun. Penampilan para finalis diakhiri dengan pembagian hadiah untuk para juara.